Bagian 1
Arus Listrik
Jika dua tempat yang mempunyai beda potensial dihubungkan dengan penghantar (konduktor), akan terjadi perpindahan electron dari tempat yang memiliki potensial lebih rendah ke tempat yang memiliki potensial lebih tinggi. Ketika terjadi aliran electron maka terdapatlah yang disebut dengan arus listrik. Arus listrik merupakan aliran electron tetapi karena arahnya berlawanan dengan aliran electron maka arus listrik dianggap sebagai aliran muatan positif (arus konvensional).
Arus listrik merupakan salah satu besaran vector yaitu besaran yang memiliki nilai dan memiliki arah. Nilai arus listrik dikenal dengan istilah kuat arus listrik atau disingkat kuat arus. Sedangkan arah arus listrik mengalir dari tempat yang memiliki potensial lebih tinggi ke tempat yang memiliki potensial lebih rendah.Kuat arus didefinisikan sebagai banyaknya muatan listrik yang mengalir pada suatu penghantar tiap satuan waktu. Secara matematis, kuat arus dapat dituliskan sebagai berikut :
I = Q/t
Deang I = kuat arus (Ampere=A)
Q = besarnya muatan listrik ( Coulomb=C)
t = waktu (detik=s)
1 Ampere = 1 C/s artinya muatan sebesar 1 Coulumb mengalir pada suatu penghantar dalam waktu 1 detik
Contoh soal :
Di dalam suatu penghantar dialiri muatan listrik sebesar 360 coulomb dalam waktu satu menit. Berapa besar arus listrik yang mengalir dalam penghantar tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui : | Q | = | 360 coulomb |
Ditanya : | t I | = = | 1 menit = 60 sekon . . . ? |
Jawab : I = Q/t
= 360 coulomb/60 s
= 6 Ampere

